
NUSAREPORT-Pos Bandar Lampung, Sabtu 2 Mei 2026,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan baru yang terintegrasi, dengan target operasional pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama menjelang rampungnya pembangunan fisik sekolah tersebut.
“Kami memastikan saat waktu penyelesaian nanti, seluruh fasilitas pendukung seperti infrastruktur jalan, penerangan, dan lainnya sudah siap mendukung operasional Sekolah Rakyat,” ujar Marindo di Bandarlampung, Sabtu.2/5/2026
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Lampung dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat permanen yang digagas pemerintah pusat. Program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
“Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendukung lainnya siap saat pembangunan selesai nanti, sebab Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan tahun ajaran 2026/2027,” katanya.
Secara teknis, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kotabaru dirancang berada dalam kawasan pusat pendidikan terpadu. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 20 Juni 2026.
“Mudah-mudahan pada waktu tersebut sekolah ini sudah dapat dioperasionalkan,” ujar Marindo.
Sekolah ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Dalam skemanya, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan lahan, sementara konstruksi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dibangun di atas lahan seluas 9,5 hektare, Sekolah Rakyat di Kotabaru ditargetkan mampu menampung hingga 1.080 peserta didik. Fasilitas yang disiapkan mencakup 36 ruang kelas dengan kapasitas masing-masing 30 siswa, serta jenjang pendidikan lengkap mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Tak hanya ruang belajar, sekolah ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti gedung serbaguna, asrama, hingga sarana olahraga. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih komprehensif dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Dengan progres yang terus berjalan, keberadaan Sekolah Rakyat di Lampung dinilai tidak hanya menjadi proyek pembangunan fisik semata, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”