
MUARA BUNGO –NUSAREPORT, Rabu 3 Juni 2026,- Laju inflasi di Muara Bungo kembali meningkat pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 4,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,78. Angka tersebut menjadikan Muara Bungo sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi Jambi pada periode yang sama.
Inflasi tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebesar 2,06 persen. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Mei 2026 mencapai 0,53 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 2,05 persen.
Kenaikan inflasi mencerminkan masih adanya tekanan harga pada sejumlah kebutuhan masyarakat. Peningkatan harga terjadi pada berbagai kelompok pengeluaran yang menjadi komponen pembentuk inflasi, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 6,14 persen.
Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 0,59 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,45 persen, kelompok kesehatan 0,26 persen, kelompok transportasi 2,48 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,37 persen, kelompok pendidikan 3,14 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,69 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,83 persen.
Dari seluruh kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,80 persen. Posisi berikutnya ditempati kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang 1,58 persen, disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,44 persen, transportasi 0,29 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi tahunan di Muara Bungo, yakni emas perhiasan, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, ikan serai, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan nila, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging ayam ras, ikan cakalang, bakso siap santap, cabai rawit, ayam goreng, ikan tongkol, tomat, daging sapi, serta mie.
Dari daftar tersebut, emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan. Pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, emas perhiasan memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,55 persen. Sementara pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, cabai merah menyumbang 0,28 persen, minyak goreng 0,19 persen, dan bawang merah 0,17 persen.
Tekanan inflasi juga datang dari sektor transportasi. Tarif angkutan udara menjadi komoditas dominan dengan andil inflasi tahunan sebesar 0,21 persen. Adapun pada kelompok pendidikan, biaya akademi atau perguruan tinggi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,05 persen.
Secara bulanan, inflasi Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai merah, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, tomat, angkutan udara, minyak goreng, ikan nila, cabai rawit, dan kentang. Sebaliknya, beberapa komoditas tercatat menahan laju inflasi, antara lain daging ayam ras, jengkol, petai, kangkung, tahu mentah, dan wortel.
Data BPS juga menunjukkan tren inflasi Muara Bungo mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Mei 2024 inflasi tahunan tercatat sebesar 3,45 persen, kemudian turun menjadi 2,06 persen pada Mei 2025, sebelum kembali meningkat menjadi 4,49 persen pada Mei 2026.
Dibandingkan daerah lain di Provinsi Jambi, inflasi tahunan Muara Bungo sebesar 4,49 persen berada di atas Kota Jambi yang tercatat sebesar 3,23 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Muara Bungo masih relatif tinggi, terutama dipengaruhi kenaikan harga komoditas pangan, biaya transportasi, bahan bakar rumah tangga, serta lonjakan harga emas perhiasan sepanjang periode pengamatan.
Sumber: Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kabupaten Bungo Nomor 06/06/1509/Th. XIV,Perkembangan Indeks Harga Konsumen Muara Bungo Mei 2026 diterbitkan 2 Juni 2026.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta.”