NUSAREPORT- Muara Bungo, Selasa 12 Mei 2026,-  Upaya memperkuat penanganan stunting di Kabupaten Bungo terus didorong melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kajian akademik. Bertempat di ruang Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo,Selasa 12/5/2026, Sekretaris Dinas Kesehatan H. Rahmad Fitri, S.K.M., M.P.H menerima hasil telaah bertajuk “Kajian Kritis Optimalisasi Penanganan Stunting Melalui Kolaborasi Lintas Lembaga di Kabupaten Bungo.”

Kajian tersebut disusun oleh Budi Prasetyo yang juga diketahui menjadi Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Bungo untuk Komisi III. Dokumen kajian itu diserahkan sebagai bentuk kontribusi akademik sekaligus penguatan kebijakan daerah dalam mempercepat penanganan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam penyampaiannya, H. Rahmad Fitri mengapresiasi adanya kajian yang dinilai mampu menjadi referensi tambahan bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, dalam memperkuat pola kerja lintas sektor.

“Terima kasih atas kajian dan telaah kritis ini. Ini menjadi tambahan penguatan literasi akademik yang sangat bermanfaat bagi daerah, terutama dalam memperkuat arah kebijakan dan sinergi penanganan stunting di Kabupaten Bungo,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif lintas lembaga, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga dukungan legislatif dan lingkungan keluarga.

Sementara itu, Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kajian dan telaah akademik yang disusun tersebut selayaknya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Kesehatan sebagai mitra kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bungo.

Menurutnya, hasil kajian akademik tidak hanya sebatas dokumen administratif, tetapi harus mampu menjadi bagian dari penguatan arah kebijakan dan evaluasi program pembangunan daerah.

“Kajian dan telaah sebagai hasil akademik tentu diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi OPD, terutama Dinas Kesehatan sebagai mitra kerja Komisi III, sehingga berbagai program penanganan stunting memiliki dasar analisis yang lebih kuat dan terukur,” ungkapnya.

Ia menilai, persoalan stunting membutuhkan langkah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang selama ini dijalankan. Karena itu, sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bungo.

Kajian yang disampaikan tersebut juga disebut memuat sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan koordinasi lintas OPD, peningkatan edukasi gizi berbasis keluarga, optimalisasi peran Posyandu, hingga pentingnya integrasi data agar intervensi terhadap anak berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, keberadaan kajian akademik semacam ini dinilai penting sebagai bagian dari kontrol intelektual sekaligus ruang evaluasi terhadap program-program yang selama ini telah berjalan. Dengan pendekatan berbasis data dan analisis lapangan, pemerintah daerah diharapkan memiliki landasan yang lebih kuat dalam menentukan prioritas kebijakan kesehatan masyarakat.

Pemerintah pusat sendiri terus menempatkan penanganan stunting sebagai agenda prioritas nasional. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen daerah melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif dianggap menjadi langkah penting agar program penanganan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak terhadap kualitas generasi masa depan.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *