Angka Kemiskinan di Jambi Menurun, Kini 6,67 Persen..

Ekonomi8 Views

NUSAREPORT-Jambi,  Upaya menekan angka kemiskinan di Provinsi Jambi kembali menunjukkan hasil yang positif. Hingga Maret 2026, jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan turun menjadi sekitar 253,73 ribu jiwa atau 6,67 persen dari total penduduk. Dibandingkan enam bulan sebelumnya, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 7,5 ribu jiwa, sementara dibandingkan Maret 2025 penurunannya mencapai sekitar 17,2 ribu jiwa. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya kondisi sosial ekonomi masyarakat, meskipun berbagai tantangan masih membayangi keberlanjutan penurunan kemiskinan.

Perbaikan kondisi tersebut terjadi di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di kawasan perkotaan, jumlah penduduk miskin turun menjadi 116,16 ribu jiwa atau 9,07 persen, sedangkan di wilayah perdesaan berkurang menjadi 137,57 ribu jiwa atau 5,45 persen. Penurunan pada kedua wilayah menunjukkan bahwa perbaikan kesejahteraan mulai dirasakan lebih luas, meskipun karakteristik persoalan kemiskinan di perkotaan dan perdesaan masih memerlukan pendekatan kebijakan yang berbeda.

Di tingkat regional, posisi Jambi tergolong cukup baik dibandingkan sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera. Persentase kemiskinan di Jambi lebih rendah dibandingkan Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung. Namun, Jambi masih berada di atas Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Riau. Gambaran ini menunjukkan bahwa peluang untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih terbuka melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan pemerataan hasil pembangunan.

Di balik penurunan jumlah penduduk miskin, tekanan terhadap biaya hidup masih menjadi tantangan. Garis kemiskinan di Provinsi Jambi pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp744.065 per kapita per bulan, meningkat sekitar 4,23 persen dibandingkan September 2025. Dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin sebanyak 4,8 orang, sebuah keluarga memerlukan pengeluaran sekitar Rp3,57 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum. Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan angka kemiskinan perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat menjaga daya beli di tengah meningkatnya biaya hidup.
Komoditas pangan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan. Beras tetap menjadi kebutuhan utama rumah tangga, disusul telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, gula pasir, dan mi instan. Sementara pada kelompok nonpangan, biaya perumahan, listrik, dan bahan bakar minyak masih mendominasi pengeluaran masyarakat. Stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok tersebut akan sangat menentukan keberlanjutan penurunan angka kemiskinan pada masa mendatang.

Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami peningkatan dibandingkan September 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian rumah tangga miskin masih memiliki tingkat pengeluaran yang cukup jauh dari garis kemiskinan sehingga tetap rentan terhadap gejolak ekonomi. Karena itu, keberhasilan menurunkan jumlah penduduk miskin perlu diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas kesejahteraan agar masyarakat yang telah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali terpuruk ketika menghadapi tekanan ekonomi.

Perkembangan di tingkat provinsi juga menjadi perhatian bagi Kabupaten Bungo. Berdasarkan data resmi yang tersedia hingga Maret 2025, Kabupaten Bungo mencatat 20,73 ribu penduduk miskin atau 5,17 persen dari total penduduk. Persentase tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jambi, namun sedikit meningkat dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 5,06 persen atau sekitar 20,04 ribu jiwa. Karena menggunakan periode rujukan yang berbeda, data Kabupaten Bungo tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan capaian Provinsi Jambi pada Maret 2026, tetapi dapat menjadi gambaran mengenai tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan. Data tersebut juga menunjukkan pentingnya memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan usaha mikro sebagai penopang ekonomi masyarakat, disertai peningkatan kesempatan kerja dan perlindungan sosial agar penurunan kemiskinan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sumber: Profil Kemiskinan Provinsi Jambi Maret 2026, Berita Resmi Statistik Nomor 44/08/15/Th. XX, 5 Agustus 2026; BPS Kabupaten Bungo, Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bungo 2025 dan Kabupaten Bungo Dalam Angka 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *