Maulid Nabi di KPU Bungo: Dari Keteladanan Rasul hingga Tantangan Menjaga Diri di Era Media Sosial…

Pendidikan23 Views

NUSAREPORT-Muara Bungo,  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bagi jajaran penyelenggara pemilu untuk memperkuat etos kerja, integritas, serta kemampuan mengendalikan diri di tengah derasnya arus informasi dan media sosial.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu digelar di Aula KPU Kabupaten Bungo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Bungo beserta jajaran, peserta Sekolah Pemilu, serta keluarga besar KPU Kabupaten Bungo.

Sekretaris KPU Kabupaten Bungo, M. Panca, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas.

“Peringatan ini dimaksudkan sebagai silaturahmi, sekaligus sebagai kesempatan mendengarkan nilai-nilai baik dari keteladanan Nabi Muhammad SAW,” kata M. Panca.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial dan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam membangun hubungan kerja yang baik serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pesan tersebut sejalan dengan sambutan Ketua KPU Kabupaten Bungo, Armidis. Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid seharusnya mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas kerja seluruh jajaran KPU.

“Peringatan Maulid hari ini sebagai wujud bagaimana etos kerja harus selalu meningkat di lingkungan keluarga KPU Bungo,” ujar Armidis.

Bagi Armidis, nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pijakan moral dalam menjalankan tugas kelembagaan. Kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan dan sikap amanah merupakan nilai yang penting untuk terus dipelihara dalam lingkungan kerja.

Apalagi, KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik. Karena itu, peningkatan etos kerja tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga menyangkut sikap, integritas dan tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Ustadz Asnawi, S.Pd.I, membawa peserta pada persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni bagaimana manusia mengendalikan diri melalui apa yang diucapkan, dilihat dan didengar.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, mata dan telinga sebagai bagian dari upaya membangun pengendalian diri.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah derasnya penggunaan media sosial. Setiap orang kini begitu mudah menerima, melihat, mendengar, sekaligus menyebarkan berbagai macam informasi hanya melalui perangkat yang berada di genggaman.

Menurut Ustadz Asnawi, tidak semua informasi maupun tayangan yang beredar di media sosial memberikan manfaat. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk memilah dan memilih apa yang layak dikonsumsi.

“Media sosial saat ini begitu marak, sehingga kita perlu menjaga diri dan keluarga dari tayangan yang kurang bermanfaat, yakni dengan memilah dan memilih mana tayangan yang sebaiknya dilihat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian diri tidak berhenti pada apa yang dilihat. Lisan harus dijaga agar tidak melahirkan perkataan yang menyakiti atau menimbulkan persoalan, sementara telinga juga harus selektif terhadap informasi yang diterima.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi informasi membawa manfaat sekaligus tantangan. Kemampuan menggunakan media sosial secara bijak menjadi bagian penting dalam menjaga diri, keluarga dan lingkungan sosial.

Ustadz Asnawi kemudian mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan introspeksi.

“Melalui Maulid ini kita harus selalu mengintrospeksi diri untuk selalu terus-menerus menuju kepada kebaikan,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di KPU Kabupaten Bungo akhirnya tidak berhenti pada seremonial tahunan. Ada pesan yang lebih besar yang ingin dibawa pulang: bahwa keteladanan Rasulullah harus diterjemahkan ke dalam perilaku nyata, termasuk bagaimana seseorang bekerja, menjaga integritas, berkomunikasi dan menggunakan media sosial.

Bagi keluarga besar KPU Bungo, nilai tersebut menjadi penting untuk terus dirawat. Sebab, membangun kepercayaan publik tidak hanya dilakukan melalui kerja kelembagaan, tetapi juga melalui sikap dan keteladanan setiap orang yang berada di dalamnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *