Vape Etomidate Mengintai, Dokter Ungkap Risiko dari Tremor hingga Gangguan Adrenal..

Kesehatan35 Views

NUSAREPORT-Jakarta,- Peredaran vape yang mengandung etomidate mulai menjadi perhatian serius setelah sejumlah jaringan peredarannya dibongkar aparat dalam beberapa pekan terakhir. Di balik bentuknya yang menyerupai rokok elektrik biasa, zat tersebut dapat membawa risiko kesehatan yang tidak sederhana, mulai dari gangguan kesadaran dan tremor hingga gangguan hormon adrenal yang pada kondisi berat dapat mengancam jiwa.

Dokter spesialis paru Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K), menjelaskan penggunaan etomidate melalui vape berbeda dengan penggunaan medis yang terkontrol. Etomidate pada dasarnya merupakan obat anestesi yang digunakan melalui pemberian intravena, antara lain dalam induksi anestesi dan tindakan medis tertentu.

Ketika zat tersebut diformulasikan secara ilegal ke dalam cairan atau cartridge vape, kata Erlina, tidak ada kepastian mengenai dosis yang terhirup, ukuran partikel aerosol, bahan pelarut, maupun zat lain yang mungkin ikut masuk ke dalam tubuh.

“Ketika suatu obat yang seharusnya diberikan secara intravena diformulasikan secara ilegal ke dalam cairan vape, kita tidak dapat memastikan dosis yang masuk, ukuran partikel atau aerosol, bahan pelarut, maupun zat lain yang ikut terhirup,” kata Erlina di Jakarta, Senin.21/9/2026

Menurut Erlina, persoalan etomidate melalui vape tidak berhenti pada saluran pernapasan. Setelah aerosol masuk ke paru, zat yang terkandung di dalamnya dapat diserap ke dalam aliran darah dan kemudian mencapai berbagai organ. Karena itu, dampaknya dapat bersifat sistemik, terutama terhadap sistem saraf pusat dan kelenjar adrenal.

Pada sistem saraf pusat, paparan etomidate dapat menimbulkan efek sedasi, kebingungan, tremor, gangguan koordinasi, gangguan kesadaran hingga gangguan pernapasan pada kondisi berat. Efek tersebut berkaitan dengan cara kerja etomidate yang memengaruhi sistem GABA-A di otak.

Risiko lain yang tidak kalah penting berada pada kelenjar adrenal. Etomidate diketahui dapat menghambat enzim 11β-hydroxylase yang berperan dalam produksi kortisol. Jika paparan berlangsung berulang atau dalam jumlah tertentu, penekanan produksi kortisol dapat menyebabkan gangguan fungsi adrenal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kortisol berperan penting dalam membantu tubuh mempertahankan tekanan darah dan merespons stres. Gangguan fungsi adrenal yang berat dapat menyebabkan kondisi medis serius.

Selain itu, laporan klinis mengenai penyalahgunaan etomidate melalui vape juga menemukan hipokalemia atau kadar kalium darah yang rendah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelemahan otot dan, jika berat, mengganggu irama jantung maupun fungsi pernapasan.

Gambaran tersebut terlihat dalam laporan Hong Kong Medical Journal. Hong Kong Poison Control Centre mencatat 45 kasus penyalahgunaan “space oil” yang datang ke instalasi gawat darurat selama Mei hingga Desember 2024. Median usia pasien adalah 17 tahun. Gejala yang dilaporkan antara lain kebingungan, tremor, gangguan berjalan, jatuh, sinkop dan mioklonus. Sebanyak empat pasien membutuhkan perawatan intensif dan tiga kematian tercatat dalam rangkaian kasus tersebut.

Penelitian lain yang dimuat Hong Kong Medical Journal juga melaporkan tiga kasus remaja yang mengalami insufisiensi adrenal setelah menghirup etomidate melalui rokok elektronik. Peneliti menekankan bahwa pengetahuan mengenai farmakologi etomidate melalui inhalasi masih terbatas karena penggunaan medis zat tersebut selama ini terutama diteliti dalam konteks pemberian intravena.

Karena itu, Erlina mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dilihat hanya sebagai masalah paru. Menurut dia, penggunaan etomidate melalui vape merupakan persoalan toksikologi sistemik karena zat yang dihirup dapat dengan cepat masuk ke sirkulasi darah.

Efek sedasi dan gangguan kesadaran juga dapat meningkatkan risiko gangguan perlindungan jalan napas. Risiko tersebut menjadi lebih besar apabila etomidate digunakan bersamaan dengan zat lain yang menekan sistem saraf pusat.

Perhatian terhadap penyalahgunaan etomidate di Indonesia meningkat seiring bertambahnya pengungkapan kasus. Pada 3 September 2026, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran etomidate dalam bentuk cartridge vape di Jakarta Barat dan Serpong, Tangerang Selatan, dengan barang bukti sebanyak 518 cartridge.

Kasus lain kembali terungkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polres Metro Jakarta Barat pada 21 September 2026 menyebut telah mengamankan 458 cartridge atau pods berisi narkotika jenis etomidate dengan total berat netto 1.145 mililiter. Pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Operasi Nila Jaya 2026.

Di Tangerang, Polresta Bandara Soekarno-Hatta juga membongkar jaringan peredaran vape mengandung etomidate yang melibatkan warga negara China dan dua warga negara Indonesia. Polisi menyita total 99 cartridge dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara seorang pengguna ditempatkan dalam program rehabilitasi. Polisi menyebut jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2026 dengan pemasaran secara tertutup melalui jaringan pertemanan dan dari mulut ke mulut.

Skala persoalan juga tergambar dari data Badan Narkotika Nasional (BNN). Dalam pembahasan tata kelola rokok elektrik pada 9 September 2026, BNN menyebut sepanjang 2026 telah menyita 8.276,15 mililiter etomidate dan 3.485 cartridge vape. Pemerintah kemudian mendorong penguatan tata kelola peredaran rokok elektrik untuk mengantisipasi penyalahgunaan zat berbahaya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyatakan siap membantu pengujian etomidate maupun memberikan keterangan ahli apabila diperlukan dalam penanganan kasus. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pengawasan penyalahgunaan zat melalui rokok elektronik dilakukan bersama BNN, Bea Cukai dan Kepolisian.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan vape etomidate tidak semata-mata berkaitan dengan kebiasaan mengisap rokok elektrik. Ada persoalan yang lebih luas, yakni masuknya obat anestesi ke jalur konsumsi ilegal dengan dosis dan komposisi yang tidak terkontrol.

Di sisi kesehatan, tantangan lainnya adalah keterbatasan data jangka panjang. Penggunaan etomidate melalui vape merupakan fenomena yang relatif baru sehingga dampak kronis terhadap sistem saraf, hormonal, jantung dan paru masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Namun, sejumlah bukti klinis yang telah tersedia menunjukkan bahwa risikonya bukan sekadar sensasi sedasi atau rasa “fly”. Gangguan kesadaran, hipokalemia, penekanan fungsi adrenal dan gangguan pernapasan telah dilaporkan pada kasus penyalahgunaan etomidate melalui vape.

Karena itu, munculnya vape etomidate perlu dilihat dari dua sisi sekaligus: penindakan terhadap jaringan peredaran dan perlindungan kesehatan masyarakat. Semakin mudah zat tersebut masuk melalui produk yang secara fisik menyerupai vape biasa, semakin besar pula tantangan untuk memastikan masyarakat, terutama kelompok muda, mampu membedakan produk rokok elektrik biasa dari cartridge yang telah dicampur zat berbahaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *