Kabupaten Bungo memasuki usia ke-61 pada Oktober 2026 dengan mengusung tema “Kreatif dan Berdaya Saing menuju Bungo Baru”. Tema ini membawa harapan agar Bungo terus tumbuh, semakin kuat secara ekonomi, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Hari jadi daerah selalu menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan. Ada pembangunan yang telah dikerjakan, pelayanan yang terus diperbaiki, serta potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Namun, peringatan hari jadi juga mengajak kita melihat lebih jauh: perubahan apa yang telah dicapai, dan bagaimana kemajuan itu dapat terus dirasakan masyarakat.
Kemajuan sebuah daerah tidak hanya terlihat dari bangunan yang berdiri, jalan yang terbentang, atau ramainya kegiatan perayaan. Kemajuan juga tercermin dari kualitas manusia, kesempatan memperoleh pekerjaan, kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan, dan terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Bungo pada 2025 memberikan gambaran yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,15, meningkat dari 74,44 pada 2024. Pertumbuhan ekonomi juga menguat dari 3,36 persen pada 2024 menjadi 4,44 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,67 persen menjadi 4,33 persen.
Angka kemiskinan tercatat 5,17 persen pada 2025, dibandingkan 5,06 persen pada 2024. Perubahan ini perlu dibaca sesuai periode pengukurannya. Ia menjadi bagian dari gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat, sekaligus pengingat bahwa peningkatan aktivitas ekonomi dan perbaikan kesejahteraan tidak selalu berlangsung dengan kecepatan yang sama.
Capaian tersebut memberikan alasan untuk menghargai perjalanan pembangunan Bungo. Kenaikan IPM menunjukkan peningkatan capaian pembangunan manusia, sedangkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menggambarkan menguatnya aktivitas ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga menjadi perkembangan positif dalam upaya memperluas kesempatan kerja.
Namun, angka-angka itu bukan sekadar catatan statistik. Di baliknya terdapat kehidupan masyarakat yang terus bergerak: anak-anak yang menempuh pendidikan, keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan, petani yang mengelola lahan, pedagang yang mempertahankan usahanya, serta generasi muda yang mencari ruang untuk mengembangkan kemampuan.
Potensi yang perlu terus dikembangkan
Bungo memiliki modal ekonomi dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, pertambangan, dan berbagai kegiatan jasa. Struktur ekonomi 2025 menunjukkan bahwa pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 27,11 persen terhadap PDRB, sedangkan perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor menyumbang 16,89 persen. Angka ini memperlihatkan peran penting kegiatan produksi dan perdagangan dalam perekonomian daerah.
Potensi tersebut membuka ruang bagi pengembangan usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja. Hasil perkebunan dan pertanian dapat dikembangkan melalui pengolahan yang memberi nilai tambah. Pelaku usaha kecil dapat diperkuat melalui akses pasar dan pemanfaatan teknologi. Sementara itu, generasi muda membutuhkan kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,44 persen pada 2025 merupakan modal yang patut dijaga. Langkah berikutnya ialah memastikan kegiatan ekonomi terus berkembang dan manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat. Perekonomian daerah akan semakin kuat apabila pelaku usaha lokal memiliki kesempatan berkembang, tenaga kerja memperoleh penghasilan yang layak, dan kegiatan produksi mampu menciptakan nilai tambah di dalam daerah.
Begitu pula dengan IPM. Capaian 75,15 menunjukkan bahwa pembangunan manusia Bungo berada pada kategori tinggi menurut klasifikasi IPM. Capaian ini patut diapresiasi, sekaligus menjadi pijakan untuk memperluas peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,33 persen memberi gambaran mengenai kondisi pasar kerja. Indikator tersebut penting, meskipun belum sepenuhnya menggambarkan mutu pekerjaan, kestabilan penghasilan, ataupun kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha. Karena itu, pengembangan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan terbukanya kesempatan kerja yang lebih produktif.
Pembangunan bukan perlombaan untuk menghasilkan angka terbaik dalam waktu singkat. Ia merupakan proses yang membutuhkan kesinambungan kebijakan, ketepatan program, dan keterlibatan masyarakat. Capaian yang telah diraih menjadi modal untuk melangkah lebih jauh.
Infrastruktur dan anggaran untuk manfaat yang nyata
Pembangunan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Bungo. Jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, serta pelayanan publik membantu menghubungkan masyarakat dengan pusat kegiatan ekonomi dan layanan dasar.
Infrastruktur yang baik dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan perjalanan warga, dan memperluas akses menuju sekolah maupun fasilitas kesehatan. Manfaatnya akan semakin besar apabila pembangunan dilakukan sesuai kebutuhan, memiliki kualitas yang baik, serta disertai pemeliharaan secara berkelanjutan.
Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat ketika proyek selesai dikerjakan. Manfaat setelah infrastruktur digunakan juga penting diperhatikan. Jalan yang mendukung sentra produksi, misalnya, akan lebih berarti apabila benar-benar membantu kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal yang sama berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam laporan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan pada Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Bungo melaporkan realisasi pendapatan sekitar Rp1,43 triliun atau 97,48 persen dari target. Realisasi belanja mencapai sekitar Rp1,39 triliun atau 92,95 persen dari pagu, dengan SILPA sebesar Rp68,35 miliar.
Angka tersebut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan anggaran daerah. Agar manfaatnya semakin mudah dipahami, realisasi keuangan perlu dibaca bersama hasil program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat hubungan antara anggaran yang digunakan dan layanan yang diterima.
SILPA juga perlu dipahami berdasarkan komponen dan penyebabnya, bukan hanya dilihat dari besarannya. Penjelasan yang terbuka membantu masyarakat memahami pelaksanaan anggaran sekaligus memberi ruang bagi perbaikan perencanaan pada tahun berikutnya.
Anggaran daerah pada dasarnya merupakan instrumen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Semakin baik perencanaan dan pelaksanaannya, semakin besar pula peluang agar pembangunan memberikan manfaat yang luas. Dalam konteks ini, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.
Menjaga lingkungan, merawat masa depan
Kemajuan ekonomi juga perlu berjalan bersama perlindungan lingkungan. Sungai, lahan pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Bungo. Keberlanjutannya perlu dijaga agar tetap menopang penghidupan warga dan pembangunan pada masa mendatang.
Persoalan penambangan emas tanpa izin atau PETI menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian. Pada 16 Oktober 2026, Polda Jambi mengumumkan perkembangan penanganan dugaan PETI di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat. Dalam keterangan resminya, kepolisian menyebut telah mengamankan dua unit ekskavator dan 94,61 gram material yang diduga emas, serta menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Proses hukum tetap berjalan, dan status tersangka tidak sama dengan putusan bersalah.
Sebelumnya, pada akhir April 2026, warga Dusun Lubuk Benteng, Kecamatan Bathin III, menyampaikan pengaduan kepada kepolisian mengenai aktivitas PETI yang mereka khawatirkan berdampak pada area persawahan di sepanjang Sungai Batang Tebo dan mata pencaharian petani. Keluhan tersebut patut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan. Sementara itu, kesimpulan mengenai tingkat kerusakan lahan atau kualitas air perlu didukung hasil pemeriksaan oleh instansi yang berwenang.
Pada Agustus 2025, Pemerintah Kabupaten Bungo juga pernah menyampaikan rencana penataan pertambangan emas rakyat melalui penyusunan tata ruang agar kegiatan yang diperbolehkan dapat berlangsung secara legal, tertib, dan memperhatikan lingkungan. Perkembangan kebijakan tersebut penting untuk diketahui masyarakat karena persoalan pertambangan membutuhkan kejelasan aturan, pengawasan yang konsisten, dan penegakan hukum sesuai ketentuan.
Upaya menjaga lingkungan tidak harus dipertentangkan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Penertiban terhadap kegiatan yang melanggar hukum perlu berjalan, sementara pilihan penghidupan yang legal dan berkelanjutan juga perlu dikembangkan. Dengan demikian, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat menjadi bagian dari arah pembangunan yang saling menguatkan.
Kualitas lingkungan juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan pendidikan. Pada Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Bungo memberlakukan pembelajaran daring selama 27–29 Agustus menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Keputusan tersebut merupakan langkah perlindungan bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Peristiwa itu mengingatkan bahwa lingkungan yang sehat merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat. Pencegahan kebakaran lahan, pemantauan kualitas udara, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu terus diperkuat. Dengan lingkungan yang terjaga, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik.
Bungo Baru sebagai perjalanan bersama
Tema “Kreatif dan Berdaya Saing menuju Bungo Baru” memberi arah bagi perjalanan pembangunan daerah. Kreativitas dapat diwujudkan melalui kemampuan mengembangkan potensi lokal, membuka peluang usaha, memperbaiki pelayanan, dan menemukan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Daya saing dapat tumbuh melalui sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi, serta lingkungan yang terpelihara.
Capaian pembangunan yang telah diraih patut menjadi modal untuk melangkah lebih jauh. Kenaikan IPM, pertumbuhan ekonomi yang menguat, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka menunjukkan adanya perkembangan positif. Sementara itu, dinamika kemiskinan dan persoalan lingkungan mengingatkan bahwa kesejahteraan membutuhkan perhatian yang berkesinambungan.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga arah pembangunan, mengembangkan potensi ekonomi, dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan. DPRD menjalankan fungsi anggaran dan pengawasan, sedangkan masyarakat memberi kontribusi melalui partisipasi, gagasan, dan pengalaman nyata di lingkungannya. Kerja bersama ini menjadi bagian penting dalam membangun daerah yang semakin maju.
Refleksi pada usia ke-61 tidak harus berakhir pada pujian atau kritik yang berlebihan. Yang lebih penting ialah menghargai capaian yang telah diraih, memahami tantangan yang masih ada, dan menjaga kesinambungan upaya pembangunan. Data membantu memberikan gambaran, sedangkan kerja nyata menentukan seberapa jauh perubahan dapat dirasakan masyarakat.
Bungo Baru tidak lahir hanya dari sebuah tema peringatan. Ia tumbuh melalui peningkatan kualitas manusia, penguatan ekonomi lokal, pembangunan yang bermanfaat, pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada usia ke-61 ini, capaian yang telah diraih layak menjadi sumber optimisme. Harapan berikutnya ialah menjaga momentum tersebut agar kemajuan Bungo semakin luas manfaatnya, membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang, dan menghadirkan kehidupan yang semakin baik bagi seluruh masyarakat.*Budi Prasetiyo-NUSAREPORT.Com









