
NUSAREPORT-Jambi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi menyoroti maraknya penyalahgunaan gas dinitrogen oksida (N2O) atau yang dikenal sebagai “gas tertawa” dalam kemasan Whip Pink di kalangan anak muda. Zat yang secara regulasi tergolong bahan tambahan pangan (BTP) itu dinilai berisiko tinggi apabila digunakan di luar peruntukannya, terutama karena dapat mengurangi kadar oksigen dalam tubuh dan memicu gangguan kesehatan serius.
Kepala BPOM Jambi, Musthofa Anwari, menyampaikan keterangannya di Jambi Sabtu 28/2 bahwa N2O sejatinya digunakan dalam industri pangan, seperti sebagai propelan pada produk krim dan olahan sejenis. Artinya, zat tersebut tidak untuk dikonsumsi langsung, melainkan harus dicampurkan terlebih dahulu ke dalam produk makanan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam praktik penyalahgunaan, gas ini dihirup langsung demi mendapatkan sensasi euforia sesaat, yang justru membuka risiko kesehatan jangka pendek maupun panjang.
Menurutnya, penggunaan N2O secara tidak tepat dapat menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen dalam tubuh. Kondisi ini bisa memicu pusing, kehilangan kesadaran, gangguan pernapasan, bahkan dalam situasi ekstrem berujung pada kematian. Lebih jauh lagi, paparan berulang berpotensi menyebabkan kerusakan saraf permanen akibat gangguan metabolisme vitamin B12, dengan gejala seperti kesemutan, kelemahan otot, gangguan koordinasi, hingga penurunan fungsi kognitif.
BPOM Jambi menegaskan bahwa pengawasan terhadap bahan tambahan pangan dilakukan melalui mekanisme pre market sebelum produk memperoleh izin edar dan post market setelah produk beredar di pasaran. Dalam pengawasan yang dilakukan ke sejumlah kedai makanan siap saji dan minuman di wilayah setempat, petugas menemukan adanya pelaku usaha yang memiliki bahan tambahan pangan tersebut. Namun sejauh ini, penggunaannya masih sesuai ketentuan dan tidak diberikan secara langsung kepada konsumen.
Musthofa menegaskan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga serta melindungi kesehatan masyarakat. Ia juga mengimbau generasi muda agar tidak menyalahgunakan bahan tambahan pangan di luar fungsi dan peruntukannya.
Fenomena gas tertawa yang kerap dianggap sebagai hiburan ringan menjadi pengingat bahwa tidak semua zat yang legal dalam industri aman untuk digunakan secara bebas. Edukasi yang berkelanjutan, peran keluarga, serta pengawasan yang konsisten menjadi kunci untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas di tengah masyarakat.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”