
NUSAREPORT-Bungo-Jambi, Harga kebutuhan pokok masyarakat pada Minggu kedua Maret 2026 terpantau relatif stabil. Hingga Minggu (8/3/2026), sebagian besar komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga yang berarti. Kalaupun terdapat pergerakan, terutama pada komoditas cabai, fluktuasinya masih dalam batas wajar dan belum memberi tekanan signifikan terhadap stabilitas pasar.
Di kelompok bahan pangan utama, harga beras masih stabil. Beras premium Cap Belido dan beras premium Cap Dua Lele masing-masing berada di kisaran Rp15.200 per kilogram, sementara beras SPHP Bulog berada di Rp12.600 per kilogram. Stabilitas harga beras ini menjadi indikator penting karena komoditas tersebut merupakan bahan pangan utama masyarakat.
Harga gula juga relatif terjaga, dengan gula pasir kemasan berada di Rp18.000 per kilogram dan gula pasir curah Rp19.000 per kilogram. Tepung terigu tercatat Rp12.000 per kilogram dan kedelai impor Rp10.000 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga juga tidak mengalami perubahan berarti. Minyakita berada di Rp14.400 per liter, minyak goreng curah Rp15.700 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.000 per liter. Produk konsumsi lain seperti mie instan berada di Rp3.000 per bungkus dan garam halus Rp10.000 per kilogram.
Komoditas protein hewani juga relatif stabil. Daging sapi paha belakang berada di Rp140.000 per kilogram, daging sapi tetelan Rp70.000 per kilogram, dan daging ayam ras karkas Rp32.000 per kilogram. Harga telur ayam ras tercatat Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas perikanan seperti ikan tongkol berada di Rp34.000 per kilogram dan ikan teri Rp45.000 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang putih Honan berada di Rp40.000 per kilogram, bawang bombai Rp30.000 per kilogram, dan bawang merah Rp30.000 per kilogram.
Pergerakan harga terlihat pada beberapa jenis cabai. Cabai rawit hijau berada di Rp 45.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram. Cabai merah keriting dan cabai merah besar juga berada di kisaran Rp40.000 per kilogram setelah sebelumnya Rp35.000 per kilogram. Kenaikan ini masih dinilai wajar karena komoditas cabai dikenal memiliki volatilitas harga yang lebih tinggi dibanding bahan pangan lain.
Sementara itu, berbagai komoditas pangan lain juga menunjukkan stabilitas harga. Kacang tanah tercatat Rp43.000 per kilogram, kacang hijau Rp15.000 per kilogram, kentang sedang Rp12.000 per kilogram, ketimun sedang Rp15.000 per kilogram, kacang panjang Rp10.000 per kilogram, dan ketela pohon Rp15.000 per kilogram.
Harga sayuran juga relatif stabil, seperti sawi hijau Rp8.000 per kilogram, kangkung Rp9.000 per kilogram, dan tomat Rp5.000 per kilogram. Produk olahan seperti tempe bungkus berada di Rp25.000 per kilogram dan tahu putih Rp28.000 per kilogram. Udang basah tercatat Rp50.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti ayam kampung utuh berada di Rp70.000 per ekor dan telur ayam kampung Rp90.000 per kilogram. Untuk buah lokal, pisang dan jeruk masing-masing berada di kisaran Rp8.000 per kilogram. Produk susu juga tidak mengalami perubahan harga, dengan susu kental manis 370 gram Rp11.000, susu bubuk setara Dancow 400 gram Rp45.000, serta susu bubuk balita setara SGM 400 gram Rp43.000.
Dengan kondisi tersebut, stabilitas harga pangan diharapkan dapat terus terjaga dalam beberapa waktu ke depan. Jika pasokan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar, sejumlah komoditas bahkan berpotensi mengalami penurunan harga sehingga dapat semakin meringankan beban pengeluaran masyarakat.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”