nusareport.com, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus mendorong penguatan sektor energi sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pengelolaan sumber daya alam, khususnya batu bara dan minyak bumi, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jambi Al Haris melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, saat membuka Forum Ekonomi Bisnis (FEB) Provinsi Jambi Periode Juli 2026 bertema “Prospek Sektor Energi Jambi: Arah Kebijakan RKAB Batu Bara, Lifting Migas, dan Dampaknya terhadap Ekonomi Daerah” di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (23/7).
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Al Haris mengatakan forum tersebut menjadi wadah penting bagi pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, perbankan, serta para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan, sektor energi masih menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jambi pada triwulan I 2025 tumbuh 4,33 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 13,54 persen.(*)

