NUSAREPORT – Semarang, Teguh Yuwono menambah capaian penting dalam perjalanan akademiknya. Pakar ilmu pemerintahan dan politik tersebut berhasil meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip).
Bagi Teguh, pencapaian tersebut bukan sekadar puncak jenjang akademik, melainkan titik awal untuk memperluas kontribusi melalui ilmu pengetahuan, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik.
“Perolehan gelar guru besar bagi saya adalah sebuah awal dari upaya untuk lebih berkontribusi, lebih bermanfaat untuk kemajuan negara, nusa dan bangsa,” kata Teguh di Semarang, Kamis 20 /8
Ia berharap kepakaran yang selama ini dikembangkan di bidang tata kelola pemerintahan dapat memberikan perspektif baru bagi penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia.
“Saya berharap kepakaran saya dalam bidang tata kelola pemerintahan akan mampu memberikan enlightenment atau pencerahan kepada sistem pemerintahan kita,” ujarnya.
Menurut Teguh, pemerintahan tidak dapat dipandang sebagai sebuah sistem yang selalu benar dan bebas dari kekurangan. Pemerintahan merupakan proses yang terus berkembang melalui evaluasi, partisipasi, kolaborasi, dan hubungan antarpemangku kepentingan.
“Pemerintahan adalah sebuah proses saling mengisi, saling memperbaiki dengan melibatkan partisipasi, kolaborasi, dan relasi aktor-aktor yang ada,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan bidang keilmuan yang selama ini menjadi perhatian Teguh, antara lain tata kelola pemerintahan, manajemen pemerintahan, kebijakan publik, otonomi daerah, kapasitas pemerintahan daerah, birokrasi publik, hingga netralitas politik birokrasi dalam pemilihan lokal.
Perjalanan akademiknya dibangun dari lingkungan Undip. Teguh merupakan alumnus Program Sarjana Ilmu Pemerintahan Undip tahun 1993. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Master of Public Policy and Administration di Flinders University, Australia, pada 2001 dan meraih gelar doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran pada 2014.
Di lingkungan Undip, Teguh saat ini dipercaya sebagai Dekan FISIP untuk periode 2024–2029. Ia dilantik sebagai dekan pada Januari 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FISIP Undip.
Selain menjalankan tugas akademik, Teguh dikenal aktif dalam ruang publik. Pemikiran dan analisisnya mengenai politik, pemerintahan dan kebijakan publik kerap menjadi rujukan dalam berbagai forum serta pemberitaan media.
Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan profesional sebagai konsultan pemerintahan, narasumber, maupun pembicara dalam forum nasional dan internasional. Pengalamannya di bidang politik dan pemerintahan juga membawanya beberapa kali dipercaya menjadi panelis debat pemilihan kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Di bidang organisasi keilmuan, Teguh pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) serta Ketua I Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (KAPSIPI).
Sejumlah kajian yang pernah dikembangkan Teguh berkaitan dengan kebijakan publik, otonomi daerah, pembangunan kapasitas pemerintahan daerah, peran masyarakat sipil dalam tata kelola pemerintahan lokal, kinerja birokrasi publik, hingga pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Capaian sebagai guru besar sekaligus memperkuat posisi Teguh dalam pengembangan ilmu pemerintahan. Namun, bagi dirinya, gelar tersebut justru membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan ilmu yang dikembangkan di ruang akademik dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan pengalaman akademik, profesional dan keterlibatannya dalam berbagai isu pemerintahan, kiprah Teguh ke depan tidak hanya ditunggu dalam ruang kampus, tetapi juga dalam memberikan gagasan terhadap tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks.











