Lampung Cetak Sejarah, Satelit Hyperspectral Siap Pantau Sawah hingga Investasi dari Antariksa..

Ekonomi12 Views

NUSAREPORT – Pos Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung bersiap memasuki era baru pembangunan berbasis teknologi antariksa melalui pemanfaatan Lampung-1, satelit hyperspectral yang dirancang untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian, memperkuat iklim investasi, memperbaiki pengelolaan lingkungan, hingga mendorong lahirnya berbagai riset dan inovasi.

Lampung-1 merupakan hasil kolaborasi antara STAR.VISION Aerospace dan Pemerintah Provinsi Lampung yang dikoordinasikan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan STAR.VISION di Shandong, Tiongkok, pada 28 Mei 2025.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemanfaatan teknologi satelit hyperspectral akan memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor pembangunan di daerah.

“Bagi petani, data satelit membantu mengetahui kondisi tanaman lebih awal sehingga potensi gagal panen dapat diantisipasi. Bagi pemerintah, data menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat. Dunia usaha memperoleh informasi yang lebih baik untuk mendukung investasi dan pengembangan industri, sementara kalangan akademisi dan peneliti memperoleh sumber data baru untuk riset dan inovasi,” kata Rahmat Mirzani Djausal di Bandar Lampung, Senin (3/8/2026).

Selain menghadirkan akses terhadap data satelit, kerja sama tersebut juga dibarengi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi Lampung akan mengirimkan sejumlah aparatur dan tenaga teknis mengikuti pelatihan di Tiongkok bersama STAR.VISION Aerospace untuk mempelajari teknologi satelit, pengolahan data hyperspectral, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga penerapan teknologi penginderaan jauh dalam mendukung pembangunan daerah.

Teknologi hyperspectral memungkinkan pemantauan kondisi lahan, tanaman, dan sumber daya alam dengan tingkat ketelitian yang jauh lebih tinggi dibandingkan citra satelit konvensional. Melalui data tersebut, potensi gangguan pada tanaman dapat dideteksi lebih dini sehingga membantu petani mengantisipasi risiko gagal panen. Di sisi lain, pemerintah memperoleh data yang lebih akurat untuk menyusun kebijakan pembangunan, sementara pelaku usaha mendapatkan informasi spasial yang mendukung pengembangan investasi dan kawasan industri. Bagi kalangan akademisi, teknologi ini membuka peluang lahirnya berbagai penelitian dan inovasi berbasis data penginderaan jauh.

Yang menarik, pengembangan Lampung-1 tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Satelit tersebut sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace, sedangkan Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan layanan data yang dihasilkan untuk mendukung perencanaan pembangunan, pelayanan publik, serta pengambilan kebijakan berbasis bukti. Skema ini menjadi contoh kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan teknologi canggih tanpa membebani keuangan daerah.

Lampung pun menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi satelit hyperspectral untuk mendukung pembangunan berbasis data. Sebagai tonggak penting kolaborasi tersebut, Lampung-1 dijadwalkan diluncurkan pada 5 Agustus 2026 dari lepas pantai Shandong, Tiongkok, dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan STAR.VISION Aerospace. Peluncuran ini diharapkan menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi antariksa secara lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *