NUSAREPORT-Bungo, Senin-15/12/2025; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muara Bungo (UMB) melaksanakan penelitian lingkungan hidup hutan di Desa Baru, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Kegiatan penelitian ini dipimpin oleh Ridwan, S.IP., M.Soc.Sc., sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti FISIP UMB bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA). Kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga menyentuh praktik lapangan. Tim peneliti turut serta mengikuti patroli hutan bersama masyarakat adat sebagai upaya menjaga kawasan hutan dari ancaman perambahan dan kerusakan lingkungan.

Penelitian ini menyoroti peran strategis hutan sebagai penopang utama keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Hutan memiliki fungsi vital sebagai penyerap karbon dan pengatur iklim, penghasil oksigen, penjaga siklus air, hingga pelindung keanekaragaman hayati flora dan fauna. Selain itu, hutan juga berperan penting dalam mencegah bencana alam seperti banjir, longsor, dan erosi.

Dari sisi sosial dan ekonomi, penelitian ini mengkaji potensi hasil hutan non-kayu seperti madu, rotan, tanaman obat, serta peluang pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal. Potensi tersebut dinilai mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian hutan.

Ridwan menegaskan bahwa penelitian ini diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kebijakan publik. “Penelitian ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga menjadi bahan masukan penting bagi perumusan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat,” ujar Ridwan.

Dukungan terhadap kegiatan penelitian ini juga datang dari berbagai pihak. Ketua Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Datuk Rangkayo Mulio, Malek, menyambut baik keterlibatan akademisi dalam pengelolaan hutan adat. “Kami menyambut baik penelitian dari FISIP UMB karena hasilnya dapat menjadi dasar kuat untuk menjaga hutan adat agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” kata Malek.

Selain itu, dukungan moral dan material juga diberikan oleh Hamdan, yang merupakan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bungo. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga adat, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan hutan. Menurutnya, hasil penelitian akademik dapat menjadi rujukan strategis bagi DPRD dalam merumuskan kebijakan daerah yang berpihak pada perlindungan lingkungan hidup.

Penelitian ini turut melibatkan sejumlah mahasiswa FISIP UMB sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting untuk memperkuat pemahaman teoritis sekaligus praktik sosial di tengah masyarakat.

Salah satu mahasiswa peserta penelitian Rangga ,menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman langsung yang berharga. “Kami bisa melihat secara nyata bagaimana fungsi hutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Aisyah. Menurutnya, penelitian lapangan ini memperluas perspektif mahasiswa tentang peran kampus dalam isu lingkungan. “Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa ilmu yang dipelajari di kelas harus bermanfaat langsung bagi masyarakat dan kelestarian alam,” kata Aisyah.

Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, lembaga adat, masyarakat, serta dukungan pemangku kebijakan daerah, penelitian FISIP UMB di Desa Baru ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan dalam menjaga hutan berkelanjutan dan memperkuat pembangunan berbasis lingkungan.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *