NUSAREPORT-Tanjung Jabung Timur,- Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Ir. Fazriyas, M.Si. IPU, bersama tim pengabdian beranggotakan Ir. Rahmad Nurmansah, S.Hut. M.Si, Hafizah Nahlunnisa, S.Hut., M.Si, Femei Rahmilija, S.Hut., M.Si, Ir. Ria Rif’atunidaudina, S.P., M.Si dari Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Potensi Pangan Lokal melalui Pengembangan Kebun Bibit Rakyat Berbasis Agrosilvikultur Jelutung dan Cabe Rawit di Desa Pandan Sejahtera”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya perguruan tinggi dalam mendorong pengelolaan potensi sumber daya lahan dan pangan lokal secara produktif, berkelanjutan, serta sesuai dengan karakteristik wilayah. Pendekatan yang dikembangkan adalah agrosilvikultur, yaitu integrasi tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian dalam satu sistem pengelolaan lahan. Dalam kegiatan tersebut, jelutung rawa (Dyera polyphylla) dipilih sebagai salah satu tanaman utama karena memiliki kesesuaian dengan ekosistem rawa dan gambut. Sementara itu, cabai rawit dikembangkan sebagai komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat jangka pendek bagi masyarakat.
Pengembangan Kebun Bibit Rakyat (KBR) diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyediaan bibit, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan tanaman secara terpadu. Masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengaturan pola tanam, hingga pemanfaatan hasil produksi
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Jambi bersama masyarakat Desa Pandan Sejahtera
Mengintegrasikan Tanaman Kehutanan dan Pangan
Konsep agrosilvikultur yang diterapkan memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan tanpa mengesampingkan fungsi ekologisnya. Jelutung dapat dikembangkan sebagai tanaman berkayu jangka menengah dan panjang, sedangkan cabai rawit memberikan peluang produksi dan pendapatan dalam jangka lebih pendek.
Pengembangan cabai rawit dalam sistem agrosilvikultur diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan potensi pangan lokal. Cabai rawit memiliki siklus produksi relatif cepat dan pasar yang luas sehingga berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Sementara itu, jelutung memiliki nilai strategis dalam pengembangan tanaman kehutanan pada lahan rawa dan gambut. Dengan pengelolaan yang tepat, integrasi jelutung dan tanaman pangan dapat menciptakan sistem budidaya yang lebih beragam dibandingkan pola monokultur.
Kegiatan PkM Fakultas Pertanian Universitas Jambi ini juga menjadi ruang interaksi antara pengetahuan akademik dan pengalaman masyarakat. Transfer teknologi dan pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pembibitan dan budidaya tanaman secara lebih efektif. Ke depan, pengembangan KBR berbasis agrosilvikultur di Desa Pandan Sejahtera diharapkan dapat berkembang menjadi model pengelolaan lahan yang menggabungkan fungsi ekonomi, pangan, dan ekologis. Model tersebut sekaligus dapat direplikasi pada wilayah lain yang memiliki karakteristik lahan dan permasalahan serupa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Jambi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, serta pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan.*Sumber PKM Unja Publikasi 5/10/2026.NR







