NUSAREPORT-Pos Bandung, Kamis 7 Mei 2026,-  Upaya memperkuat toleransi dan menjaga persatuan masyarakat terus dilakukan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggandeng Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Taraju, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan sebagai Fondasi Toleransi dan Persatuan Masyarakat” itu diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari pengurus dan anggota ranting FKPPI se Kabupaten Tasikmalaya. Hadir pula unsur Muspika Kecamatan Taraju serta jajaran pengurus FKPPI Kabupaten Tasikmalaya.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai tantangan menjaga persatuan di tengah perubahan sosial dan derasnya arus informasi saat ini.

Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Andri Permadi, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Asep Darisman, M.M., menegaskan bahwa pembinaan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menjaga harmonisasi sosial masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan rasa persatuan. Ini penting agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas lingkungan,” ujar Andri Permadi.

Menurutnya, kehidupan sosial masyarakat saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan.

Ia menambahkan, Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong kegiatan edukatif berbasis kolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan karena dinilai efektif membangun kesadaran kolektif dalam menjaga stabilitas sosial.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sosialnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKPPI Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Saputra, menilai semangat persatuan harus terus dijaga di tengah perbedaan pandangan maupun latar belakang sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa toleransi dan solidaritas menjadi fondasi penting dalam menjaga kehidupan bermasyarakat tetap harmonis.

“Wawasan kebangsaan harus terus diperkuat. Masyarakat harus tetap solid dan menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iwan.

Ia juga mengajak seluruh anggota FKPPI untuk terus menghidupkan nilai gotong royong dan mempererat hubungan sosial antarsesama sebagai bagian dari penguatan ketahanan masyarakat.

Dalam sesi diskusi interaktif, sejumlah peserta menyampaikan pandangan terkait tantangan menjaga persatuan di era digital, termasuk pentingnya meningkatkan literasi sosial agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas organisasi, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Kolaborasi antara Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya dan FKPPI dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat berbasis nilai kebangsaan. Di tengah situasi sosial yang terus berubah, penguatan toleransi dan persatuan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus dan anggota FKPPI di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat solidaritas, serta merawat semangat persatuan di tengah masyarakat.

*Sumber: Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya dan FKPPI Kabupaten Tasikmalaya.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *