
Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jambi Sardaini saat memberikan keterangan terkait perkembangan Kopdes Merah Putih di Jambi, Senin (20/4/2026). ANTARA.
NUSAREPORT-Jambi Senin,20 April 2026,- Pembangunan gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Jambi telah rampung 100 persen. Pemerintah daerah menargetkan seluruh gerai mulai beroperasi efektif pada 21 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi, Sardaini, mengatakan pembangunan tersebut telah mencakup hampir seluruh kabupaten/kota di wilayah itu. “Sudah ada 19 yang selesai pembangunannya, hampir semua kabupaten sudah mewakili, paling banyak di Kabupaten Bungo dan Tebo,” ujarnya di Jambi, Senin.20/4/2026
Ia merinci, lima unit Kopdes berada di wilayah kerja Kodim 0415 Batang Hari, tujuh unit di Kodim 0416 Bungo Tebo (Bute), serta lima unit di wilayah Kodim 0420 Sarko. Sementara itu, masing-masing satu unit berada di wilayah Kodim 0419 Tanjung Jabung dan Kodim 0417 Kerinci.
Dari total 1.585 desa dan kelurahan di Provinsi Jambi, saat ini tercatat 558 gerai Kopdes Merah Putih tengah dalam proses pembangunan. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Agro Industri Nasional (Agrinas) bekerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) di masing-masing wilayah teritorial.
Sebaran pembangunan menunjukkan 140 unit berada di bawah tanggung jawab Kodim Batang Hari yang meliputi Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, dan Muaro Jambi. Sebanyak 132 unit berada di wilayah Kodim Bute (Kabupaten Bungo dan Tebo), 143 unit di Kodim Tanjung Jabung (Tanjab Barat dan Tanjab Timur), 101 unit di Kodim Sarko (Sarolangun dan Bangko), serta 42 unit di Kodim Kerinci (Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci).
Sardaini menambahkan, setelah pembangunan fisik selesai, tahap berikutnya adalah pemenuhan sarana dan prasarana pendukung. Fasilitas tersebut mencakup perangkat komputer, rak penjualan, hingga kendaraan operasional untuk menunjang distribusi barang.
Ke depan, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi penyalur utama kebutuhan pokok di desa dengan melibatkan warung-warung kecil yang telah ada. Skema ini diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, bukan menggantikan pelaku usaha lokal.
“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk aktif berkoperasi, baik dalam kelompok, binaan pertanian, maupun secara individu. Koperasi akan menjadi penyalur barang tanpa mematikan warung kecil,” kata Sardaini.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa, sekaligus memperluas akses distribusi barang secara lebih merata di tingkat lokal.
NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”