Inflasi Jambi 2,97 Persen, Muara Bungo Capai 3,98 Persen..

Ekonomi102 Views

NUSAREPORT, Jambi- Inflasi Provinsi Jambi pada September 2026 tercatat sebesar 2,97 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,06. Di antara wilayah yang dipantau, Kabupaten Bungo mencatat inflasi tertinggi, yakni 3,98 persen, sedangkan Kota Jambi menjadi wilayah dengan inflasi terendah sebesar 2,62 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi yang dirilis pada 1 Oktober 2026 menunjukkan, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Jambi pada September 2026 mencapai 0,19 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 2,32 persen.

Di Kabupaten Bungo, tekanan kenaikan harga tercatat lebih tinggi dibandingkan angka provinsi. Inflasi tahunan mencapai 3,98 persen dengan IHK sebesar 114,82, naik dari 110,43 pada September 2025. Secara bulanan, inflasi Muara Bungo tercatat 0,43 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 2,99 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan di Muara Bungo. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 6,69 persen dengan andil 1,99 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 11,79 persen, dengan andil 1,02 persen.

Kelompok restoran mengalami inflasi 4,49 persen dengan andil 0,42 persen. Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi 1,47 persen dengan andil 0,24 persen. Kelompok transportasi mengalami inflasi 1,38 persen dengan andil 0,16 persen.

Sejumlah komoditas turut memberikan kontribusi terhadap inflasi di Muara Bungo. Daging ayam ras memberikan andil 0,41 persen, beras 0,24 persen, dan minyak goreng 0,21 persen. Selain itu, sigaret kretek tangan (SKT) menyumbang 0,15 persen, ikan nila 0,10 persen, serta sigaret kretek mesin (SKM) 0,09 persen.

Komoditas lain yang turut memberikan andil adalah ikan tongkol dan cabai rawit, masing-masing sebesar 0,08 persen, serta bayam sebesar 0,07 persen. Sementara itu, perhiasan emas memberikan andil 1,00 persen terhadap inflasi tahunan Muara Bungo.

Pada kelompok restoran, komoditas ayam goreng dan bakso masing-masing memberikan andil 0,06 persen. Nasi dengan lauk dan mi masing-masing menyumbang 0,05 persen.

Jika dibandingkan dengan September dalam tiga tahun terakhir, inflasi tahunan Muara Bungo tercatat sebesar 2,29 persen pada 2024, meningkat menjadi 4,47 persen pada 2025, kemudian turun menjadi 3,98 persen pada 2026. Adapun inflasi bulanan pada September masing-masing tercatat minus 0,41 persen pada 2024, sebesar 0,55 persen pada 2025, dan 0,43 persen pada 2026.

Sementara itu, inflasi tahun kalender Muara Bungo pada September tercatat sebesar 1,32 persen pada 2024, 3,73 persen pada 2025, dan 2,99 persen pada 2026.

Secara provinsi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 4,08 persen dengan andil 1,32 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 5,35 persen dengan andil 0,40 persen. Kelompok restoran juga mengalami inflasi 4,35 persen dengan andil 0,40 persen.

Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi sebesar 4,01 persen dengan andil deflasi 0,26 persen. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pergerakan harga di setiap kelompok pengeluaran tidak berlangsung seragam.

Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa inflasi di Muara Bungo pada September 2026 berada di atas angka Provinsi Jambi. Perbedaan itu juga tercermin dari komoditas dan kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi terhadap perubahan harga di masing-masing wilayah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *