NUSAREPORT- Jambi ,Kamis 19 Maret 2026–  Upaya menjamin keselamatan pemudik terus diperkuat aparat kepolisian di daerah. Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, turun langsung memastikan kelancaran dan keamanan pemberangkatan penumpang di Terminal Alam Barajo, Kota Jambi, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda tidak hanya melepas keberangkatan peserta program Mudik Presisi, tetapi juga memeriksa kesiapan armada, kondisi terminal, hingga kesehatan para pengemudi angkutan umum. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama perjalanan jauh.

“Kita ingin memastikan penumpang dalam keadaan selamat dan perjalanan berlangsung lancar hingga ke tujuan,” ujar Kapolda.

Pemeriksaan kesehatan pengemudi menjadi perhatian utama. Menurutnya, faktor kelelahan dan kondisi fisik sopir kerap menjadi pemicu kecelakaan saat arus mudik. Karena itu, seluruh pengemudi dipastikan telah menjalani pengecekan kesehatan agar tetap prima selama mengemudi.

Terminal Alam Barajo sendiri merupakan salah satu simpul transportasi penting di Jambi, khususnya untuk rute antarkota dalam provinsi (AKDP). Kapolda mengapresiasi kondisi terminal yang dinilai bersih serta pelayanan kepada masyarakat yang semakin membaik.

Program Mudik Presisi yang diinisiasi Polri memberangkatkan sejumlah bus menuju berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Bandung, Bogor, dan Yogyakarta. Program ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurai kepadatan arus mudik dengan menyediakan transportasi yang lebih terorganisir.

Sinergi lintas lembaga juga tampak dalam kegiatan tersebut. Hadir sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jambi, hingga perwakilan instansi transportasi dan asuransi. Kolaborasi ini menegaskan bahwa pengamanan mudik bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan kerja bersama.

Sementara itu, dari level nasional, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu malam. Berdasarkan pemantauan di ruas tol Cikampek, volume kendaraan menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Data sementara mencatat sekitar 42 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta, dengan proyeksi jumlah kendaraan mencapai sekitar 250 ribu unit hingga pagi hari. Peningkatan arus juga mulai terasa di jalur arteri, seiring penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di ruas tol utama.

Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas secara umum masih terpantau lancar. Namun demikian, pemudik tetap diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan saat lelah.

“Keselamatan adalah yang utama. Jika lelah, silakan beristirahat di rest area atau keluar sejenak dari jalur utama,” tegas Agus.

Ia juga memastikan kehadiran polisi lalu lintas di berbagai titik strategis sebagai bentuk pendampingan bagi pemudik, sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan.

Prediksi serupa juga disampaikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 18 – 19 Maret, sementara arus balik diprediksi memuncak pada 24 -25 Maret 2026.

Dengan berbagai langkah antisipatif yang dilakukan, baik di daerah maupun tingkat nasional, pemerintah berharap momentum mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *