NUSAREPORT-Muara Bungo, Rabu 1 Juli 2026,-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo mencatat jumlah pemilih di daerah itu bertambah 1.760 orang pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026. Dengan penambahan tersebut, total pemilih di Kabupaten Bungo kini mencapai 274.654 orang, terdiri dari 138.336 pemilih laki-laki atau 50,35 persen dan 136.318 pemilih perempuan atau 49,65 persen.

Data tersebut dipaparkan dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Kantor KPU Kabupaten Bungo, Rabu (1/7/2026). Rapat dihadiri Bawaslu Kabupaten Bungo, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kejaksaan Negeri, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), serta para ketua partai politik se-Kabupaten Bungo.

Pemaparan materi disampaikan oleh Sri Hartati, S.Pd. Ia menjelaskan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang bertujuan memelihara dan memperbarui Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara berkelanjutan sebagai dasar penyusunan daftar pemilih pada pemilu maupun pemilihan berikutnya. Selain itu, program tersebut juga bertujuan menyediakan data pemilih yang komprehensif, akurat, dan mutakhir sebagai salah satu fondasi penyelenggaraan demokrasi yang berkualitas.

Sri Hartati menjelaskan, rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2026 mencatat jumlah pemilih Kabupaten Bungo sebanyak 272.894 orang yang terdiri dari 137.496 pemilih laki-laki dan 135.398 pemilih perempuan. Data tersebut menjadi basis pemutakhiran pada Triwulan II yang dilakukan melalui pencermatan, sinkronisasi, dan koordinasi bersama instansi terkait.

Dalam proses pemutakhiran Triwulan II, KPU Kabupaten Bungo mencatat penambahan 3.964 pemilih baru, 2.204 pemilih yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), serta 372 perbaikan data pemilih. Perubahan tersebut merupakan hasil pembaruan data secara berkelanjutan untuk menjaga akurasi daftar pemilih.

Dari total 3.964 pemilih baru, sebanyak 2.126 orang merupakan potensi pemilih baru yang terdiri dari 1.078 laki-laki dan 1.048 perempuan. Sementara itu, sebanyak 1.838 orang berasal dari kategori pindah masuk dengan rincian 976 laki-laki dan 862 perempuan. Secara keseluruhan, jumlah pemilih baru terdiri dari 2.054 laki-laki dan 1.910 perempuan.

Sementara itu, dari total 2.204 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sebanyak 1.718 orang tidak lagi tercatat karena pindah domisili, 312 merupakan data ganda, 164 pemilih meninggal dunia, dan 10 orang berubah status menjadi anggota TNI atau Polri. Selain itu, KPU juga melakukan 372 perbaikan elemen data pemilih sebagai bagian dari proses penyempurnaan data.

Berdasarkan hasil pemutakhiran tersebut, jumlah pemilih Kabupaten Bungo meningkat dari 272.894 orang pada Triwulan I menjadi 274.654 orang pada Triwulan II. Kenaikan tersebut berasal dari penambahan 840 pemilih laki-laki dan 920 pemilih perempuan, sehingga secara keseluruhan terjadi penambahan 1.760 pemilih dibandingkan triwulan sebelumnya.

KPU Kabupaten Bungo juga memaparkan profil pemilih berdasarkan kategori disabilitas dan kelompok usia. Tercatat terdapat 1.179 pemilih disabilitas atau 0,43 persen dari total pemilih, yang terdiri dari 447 penyandang disabilitas fisik, 213 disabilitas mental, 224 sensorik wicara, 133 sensorik netra, 91 disabilitas intelektual, dan 71 sensorik rungu. Sementara itu, kelompok usia milenial masih menjadi kelompok pemilih terbesar dengan persentase 35,99 persen dari total 274.654 pemilih.

Melalui rapat pleno terbuka tersebut, KPU Kabupaten Bungo kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif. Sinergi dengan pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, aparat penegak hukum, serta partai politik diharapkan mampu menjaga kualitas data pemilih sehingga setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat terdaftar dan menggunakan hak pilihnya pada penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan yang akan datang.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *