NUSAREPORT- Muara Bungo, Rabu 22 April 2026,-  Stabilitas pangan di Kabupaten Bungo saat ini tercermin dari dua indikator utama: ketersediaan stok yang memadai dan harga yang relatif terkendali di tingkat pasar. Data yang dihimpun menunjukkan keterkaitan yang konsisten antara pasokan logistik dan pergerakan harga riil, sejalan dengan fungsi pengendalian inflasi daerah.

Per 20 April 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Muara Bungo mencatat stok beras medium di gudang sebesar 316.640 kilogram, dengan tambahan pasokan dalam perjalanan mencapai 2.725.000 kilogram. Cadangan ini diperkuat oleh ketersediaan beras premium 141.935 kilogram, minyak goreng 228.792 liter, gula 5.000 kilogram, serta jagung 113.178 kilogram.

Kondisi pasokan tersebut tercermin pada hasil pemantauan harga di Pasar Bungur Muara Bungo per 22 April 2026. Mayoritas komoditas kebutuhan pokok berada dalam rentang harga yang stabil. Beras premium seperti Cap Belido dan Cap Dua Lele tercatat di kisaran Rp15.400 per kilogram, sementara beras SPHP Bulog berada di sekitar Rp12.600 per kilogram. Gula pasir bergerak pada rentang Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram, sedangkan Minyakita berada di kisaran Rp15.700 per liter.

Pergerakan berbeda terlihat pada komoditas hortikultura. Cabai merah keriting tercatat di kisaran Rp40.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah mencapai Rp55.000 per kilogram. Fluktuasi ini mencerminkan karakter pasokan komoditas segar yang cenderung dipengaruhi distribusi harian dan kondisi pasokan jangka pendek.

Dalam kerangka pengendalian inflasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ) terus bersinergi secara konsisten menjaga dan mewaspadai inflansi, sehingga kondisi ini tercermin dari hasil penguatan pasar yang ditunjukan dengan keterjagaan pada komponen harga inti, dan tekanan yang masih terlokalisasi pada kelompok pangan bergejolak. Pola tersebut sejalan dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan komoditas hortikultura sebagai kontributor utama inflasi daerah.

“Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan harga masih terjaga. Stok yang cukup memberi ruang bagi stabilitas harga di pasar, meskipun pada komoditas tertentu seperti hortikultura, fluktuasi tetap menjadi bagian dari dinamika yang wajar,” ujar Dr. Nur Ika Efendi, SE., MM, penggiat pada Bungo SDGs Center.di Muara Bungo Rabu 22/4/2026.

Secara keseluruhan, hubungan antara kecukupan stok dan stabilitas harga di Kabupaten Bungo masih menunjukkan konsistensi. Cadangan pangan yang tersedia di tingkat distributor berbanding lurus dengan kondisi harga di pasar yang relatif terkendali dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, dinamika pada komoditas tertentu tetap berlangsung mengikuti pola distribusi dan pasokan harian. Pergerakan ini menjadi bagian dari karakter pasar pangan yang terpantau secara berkala melalui sistem pemantauan harga daerah.

Kondisi terkini memperlihatkan stabilitas pangan di Kabupaten Bungo masih berada dalam jalur yang terjaga, dengan dukungan pasokan yang memadai serta harga yang relatif terkendali di tingkat pasar.

NUSAREPORT “Tanpa Prasangka, Berbasis Data, Berpijak pada Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *